Berita Duka dari Siantar

siang ini sekitar jam 2.20, 6 februari 2007, gue dapet telpon dari papa di HP. saat itu gue lagi sibuk ngambil gambar2 print ad (iklan) di adforum utk bahan ngajar gue semester depan…

berita duka di sampaikan papa, uda (om) acham meninggal dunia… tanpa sakit tanpa ada tanda tanda… baru semalam dia nelpon papa tanya tentang keadaan kita semua di jakarta karena dia menonton berita tentang banjir yang heboh melanda jakarta……

tersentak jantungku berdegup kencang…. ada rasa takut menyelimuti… aku takut menghadapi kenyataan bahwa generasi mulai berganti… aku takut kalau ini sampai terjadi kepada kedua orang tuaku…. aku tidak mampu…. aku takut sekali… aku belum siap kalo papa atau mama di panggil Ilahi…

uda Acham adalah adik papa.. aku tidak tau pastinya dia nomer berapa… kalo tidak salah di tengah2… dan dia adalah yang pertama meninggal dari 9 bersaudara kandung papa…. dari mama juga baru satu, dua tahun yang lalu, om Radjab. (mama 11 bersaudara) saat itu aku merasa sangat kehilangan… kehilangan yang sangat dalam…. karena aku sangat dekat dengan om Radjab… ada apa apa aku selalu konsultasi dengan beliau.. dulu aku sangat dekat dengan tante Renny, ipar mama… tapi sejak tante Renny bercerai dengan om Ucok, otomatis aku tidak bisa curhat banyak lagi karena tante renny sudah menikah lagi dengan om Jay…

saat ini di kantor sepiiii banget,,, semua murid diliburin… banjir makin parah… aku teringat nenek dan ompung Siantar.. aduh kangen sekali sama mereka… tiba2 kangeeeeennnnn bangeeeett…. dan terbayang waktu masa kecil begitu indah dan menyenangkan… punya om dan tante banyak… dari mama dan papa… punya sepupu apalagi banyak sekali…

sekarang nenek dan ompung udah ngga ada… om Radjab dan uda Acham juga…. ditambah dengan suami suami kakak mama… wak Usman, wak As dan wak Tutun…. hhmm… doaku hanyalah kepada Allah untuk panjangkan umur papa dan mama….

aku bener2 belum siap… sumpah belum siap!!! ingin rasanya mati duluan daripada ditinggal… tapi imanku saja belum cukup utk jadi modal di alam kubur… sholatku kadang masih tertinggal… hatiku masih perlu belajar utk menjadi lebih penyabar dan lebih memberi maaf serta ikhlas….

sebelum aku menulis di blog ini, aku telpon ke Siantar dan bicara dengan istri om Acham, nanguda (tante) Sarmi… dia nangis2… aduh kasian sekali… dia cerita uda Acam baru slesai makan dan duduk2 di teras sama naguda… trus tiba2 dia pusink dan minta dipijit.. lalu tangannya tiba2 tegang dan langsung di bawa ke rumah sakit. sampai disana ternyata uda Acham sudah tak bernyawa… aahh.. mudah sekali proses meninggalnya uda.. semoga arwah nya di terima di sisinya dan dimaafkan segala kesalahannya…

amiin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: