Papa Sakit

Seperti mimpi buruk kesambar petir disiang bolong, gue denger kabar bokap gue jatuh di aiport karena tensinya terlalu tinggi. Jam 5:30 gue br selesai mandi, nyokap gedor-gedor pintu kamar gue sampai heboh karena panik… pas gue buka pintu, nyokap dengan nada panik, stengah nangis dan stress bilang ke gue untuk siap2 jemput papa ke Cengkareng… HAH!!!!!!

Jemput papa ke Airport sama mama dan Alia… and the story of the (very most) saddest moment in my family begins…

Hari itu jalanan ke Airpot lewat tol ditutup… ada banjir dari laut masuk ke jalan tol menutup akses ke airport. kabarnya tanggulnya jebol sehingga air laut masuk ke darat. Papa berangkat dari rumah jam 3 pagi diantar pak Oyi, supir papa, karena papa akan berangkat ke Medan dengan flight pertama Garuda jam 6.

Sampai disana papa masuk ke executive lounge Citibank. Setelah breakfast, papa ke kamar mandi… disitu, tensi papa tinggi dan pembuluh darah di otak pecah sehingga papa jatuh pingsan. Alhamdulilah ada penumpang lain masuk ke restroom dan lihat papa. Setelah dilaporkan, papa dibawa ke UGD.

Di UGD, papa dirawat. setelah sadar papa muntah dan orang-orang Garuda banyak membantu, ada yang bernama pak Saiful. Dia yang mengabari ke rumah dan terus memantau kita untuk update dan pandu jalanan karena akses ke CGK ditutup. Gue pesen ambulance untuk membawa papa. Stressnya dijalan ngga bisa digambarkan.. macet dimana mana. di jalan kita tiga jam!!! akhirnya sampai di aiport kita ditunggu pak Saiful di depan dan diantar menemui papa. Mama dan Alia nunggu di UGD, sementara gue bersama pak Saiful ke atas (lounge) untuk bertemu dengan bbrp orang di lounge dan mencek kelengkapan barang2 papa dan menceritakan kronologis jatuhnya papa. Garuda bener2 bagus banget melayani papa. Mereka tdk membebankan biaya apapun (kecuali ambulance itu biaya sendiri karena gue request) dan semua barang2 papa utuh. Gue sempet telpon om Sugeng, protokol Bank Mandiri yang kebetulan saat itu baru sampai di airport… dan ternyata om Sugeng juga kenal dengan mereka semua…

Dengan ambulance yang sudah gue pesen dari sejak jalan ke airport, kita bawa papa ke rumah sakit. Maunya sih ke rumah sakit MMC atau Pertamina, yang penting selain RSPI (Rumah Sakit Pondok Indah) karena udah terkenal dengan ketidak beresannya menangani pasien dan banyak banget orang yang kita kenal atau bahkan dengar cerita dari orang yang tidak kita kenal tentang ke “parahan” RSPI. selain itu pengalaman pribadi keluarga gue sendiri juga. Tapi papa minta dibawa kesana. Juga karena pertimbangan mencari dokter yang terbaik untuk papa, seperti Prof. Dr. Yusuf Misbach yang memang dokter papa sejak lama sekali dan terkenal bagus banget. Beliau juga adalah dokter kepresidenan yang menangani alm. pak Harto. Karena dekat dengan rumah dan temen papa pak Hindarmojo sembuh setelah koma sebulan akibat stroke…


Akhirnya dengan Bismillah kita bawa papa ke RSPI….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: