RSPI BAD HOSPITAL, RUMAH SAKIT PONDOK INDAH BENER2 JELEK dan MENGECEWAKAN !!!! (part 1)

Plan kita mau membawa papa ke rumah sakit MMC gagal karena papa minta ke RSPI. Walau udah dibujuk mama, tetep papa maunya ke RSPI… akhirnya kita ngalah.. seperti nightmare dan pengalaman gue berkali-kali (ditambah cerita dan pengalaman orang2 yang gue kenal), sesampainya di RSPI, UGD mereka tidak cepat tanggap… nyantaiiiiiiii ya boooo’

gue turun dari ambulance, langsung masuk ke UGD, panggil perawat untuk cepat bantu dan kasih tindakan ke papa.. tapi mereka bilang di UGD mereka lagi pada sibuk jadi yang available cuma satu suster. tapi gue lihat ada dokter muda yang lagi asik menelpon sambil cengenges2 dan suster yang lagi ngobrol… gue ajak tuh suster gendut (yang belakangan gue tau dia kepala suster UGD) untuk keluar bantu bawa papa… eh dia malah nengok dari jauh dan bilang.. ah itu kan udah ada ambulance, jadi udah ada yang bawa… tenang aja mba.. nanti sampai disini baru saya bantu…

karena panik, gue balik ke mobil ambulance. disana papa lagi diturunkan dengan tempat dorongannya oleh satu perawat ambulance dan satu supir ambulance. Amazingly, tidak ada satupun petugas rumah sakit pondok indah yang menolong. Padahal mereka memakai seragam dan emblem RSPI FACE (Fast Accurate Caring Efficient). BAH!!! mereka semua kongko-kongko (nongkrong) sambil ngobrol2 memandangi kita kesusahan menurunkan tempat tidur untuk mendorong papa. Sampai akhirnya gue dan adik gue teriak2 minta tolong sambil marah lihat kelakuan mereka, br beberapa dari mereka datang membantu…

Sampai di ruang UGD, papa masih mengerang2 kesakitan di kepala.. si suster gendut itu dengan santai dan slow bilang.. “mana pak yang sakit..” adduuhh goblok banget sih.. yah jelas kepalanya laaahh!!! (MAAF EMOSI JIWA) dengan santai dia pasang infus ini itu tanya ini itu sama gue, mama, alia dan papa… trus dia tanya sama gue, mau dokter syaraf yang mana.. ada Dr. Witjahyakarta Wijaya (baca: wicahya) dan Dr (lupa gue namanya).. anyway.. gue jawab yang paling senior.. berarti yang paling baguslah… trus dia panggil dokternya.. ngga lama tuh dokter dateng… periksa papa tanya ini itu.. papa udah di kasih obat untuk tidur dan tenang.. trus papa di CT Scan…

Hasil CT Scan menyatakan bahwa telah terjadi pendarahan di otak yang cukup hebat dan meluas. kelihatannya tdk cuma di satu titik. darah sudah masuk ke rongga2 otak… gue mama dan alia melihat dan mendengar penjelasan dokter itu dari hasil CT Scan. Lalu dia bilang papa harus dirawat 10 hari dan 5 hari pertama akan di observasi. kalau darahnya hilang dan meresap ke tubuh maka tidak perlu operasi. kalau tidak harus dioperasi. Lalu gue minta dokter untuk memasukkan papa di ruang ICU saja agar dirawat dan di monitor dengan intensif. namun dokte Witjahya bilang tidak perlu. Gue sampai 3 kali meminta dan bertanya apakah papa memang aman jika di masukkan ke kamar biasa.. akhirnya gue urus ke administrasi untuk dapatkan kamar VIP buat papa.

Dari jam 11 kita masuk, papa baru bisa masuk ke kamar jam 4 sore! berdasarkan banyak pertimbangan, akhirnya kita putuskan untuk membujuk papa pindah ke rumah sakit MMC agar papa bisa ditangani oleh Prof. Dr. Yusuf Misbach, Ahli Syaraf yang terkenal dan memang sudah kenal papa dan menjadi dokter papa sejak jaman dulu. Sebelum Prof Yusuf terkenal spt sekarang, dia adalah dokter papa dan juga sekaligus dokter BDN. akhirnya dengan usaha ini itu, telpon om Laudin (Temen papa dari BDN dan YKP) dan om Hindarmojo (temen papa yang pernah koma sebulan karena stroke), akhirnya papa setuju untuk dipindahkan ke MMC.

Setelah melewati beberapa proses dan urusan, gue dan alia, ditemani Iming (salah satu pembantu di rumah) pergi menemui Prof. Dr. Yusuf Misbach yang pd malam itu praktek di RSCM. RSPI tidak begitu saja melepaskan informasi ke kita dengan mudah. Dr. Witjahya juga bilang bahwa dia itu muridnya Prof. Yusuf Misbach dan bilang kalo penanganannya akan sama saja. Trauma dengan pengalaman buruk yang berkali-kali di Pondok Indah, kita tetap ngotot ingin bawa informasi hasil kondisin papa untuk konsul ke Prof Yusuf. Sampai disana jam 8, jam 11 baru masuk dengan membawa hasil CT Scan papa dan resume pasien. Begitu melihat hasil CT Scan, Prof Yusuf langsung bilang bahwa kondisi papa sangat serius dan harus cepat ditangani. karena papa masih dalam keadaan sadar, Prof Yusuf advice supaya papa dpt ditangani dengan cepat dan setuju papa dipindahkan dari RSPI ke MMC secepatnya untuk ditindak lebih lanjut.

Jam 11.30 malam kita sampai di RSPI. Kita bagi tugas, mama dan Alia jaga papa malam ini dan gue akan datang besok jam 6 untuk nyuapin papa jam 7 pagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: