curhat hari ini…

Sesaat setelah aku tutup telpon dengan Wati, pembantuku di rumah lebak bulus…

aarrrggghhhhhhhhh……….

hatiku menjerit… kencang namun tak terdengar…. capek… hatiku capek… pikiranku lelah seakan expired bepikir… sedih mendalam tertutupi manisnya tawa dan senyumanku…. 


semua orang berpikir betapa beruntungnya aku… betapa bahagianya hidupku… Ya.. aku memang sangat beruntung di banyak hal… dan bahagia pula di banyak hal… namun yang mereka tidak tau, adalah aku punya luka, punya duka, sedih mendalam.. dan unlucky in some significant part of my life….. and this one is what I think suppose to be one of the number one priorities…

takut sendiri… ya, aku memang sangat takut hidup sendiri.. tetapi jika itu lebih baik kenapa engga.. tapi jujur.. aku sangat takut…. takut sekali….

aku tidak bisa mengembalikan waktu.. tidak bisa membetulkan hal-hal yang kulakukan salah… aku hanya bisa berjalan terus…. menjalani dan menyusuri jalan hidup…

satu hari susah, satu hari bahagia, satu hari sedih… dan aku tidak mau menghabiskan sisa hidupku utk bersedih… membuang-buang waktu-ku…

kehilangan papa adalah hal terberat dalam hidupku… tapi kecewa pada pasangan hidup, bukan kesedihan yang terberat, tetapi tamparan terkeras yang menyentuhku.. so far, seumur hidupku…

aku masih ingin menjerit kencang…. teriak… berseru… aku lirih.. marah… sedih.. gundah…. gundah teramat sangat… aku takut sekali… dimana teman hidupku, teman setiaku sampai kumati… dimanakah kan kutemukan lagi?…..

dia masih berjalan di sampingku… bersikap polos nampak seperti tak tahu apa apa… namun celakanya, banyak bolong-bolong dan kerikil-kerikil tajam di setiap jalanan yang kulewati bersamanya… kadang penghalangpun memisahkan kami… dia masih di sampingku… tak tahu sampai kapan… perpisahan itu terasa dekat… aku bisa merasakannya… namun jalan ini masih panjang… dan belum terlihat jalan ini terpisah dua… kapan ya Allah… bagaimana ya Allah… seperti apa ya Allah… apakah akan ya Allah? apakah akan???….

degup hatiku kencang.. bukan berbunga bunga seperti indahnya bunga mawar….. namun teriris perih dan pedih seperti tertusuk duri dari tangkai bunga mawar itu…

seiring keluhanku di journal ini, aku melihat tayangan infotainment.. tentang oki-pasha, tentang fanny-aris, tentang anggi-tora… mungkin aku lebih beruntung dari istri-istri itu… mungkin…. tapi sedih dan perihnya… pasti sama… aku beruntung karena tidak ada orang ketiga… tapi sakitnya pasti sama apapun alasannya… aku harus bersyukur… karena itu akan meringankan bebanku.. apapun hasilnya nanti.. teruslah bersyukur…

ah sudah waktunya sholat ashar… aku harus wudhu sekarang… aku yakin satu satunya yang dapat membantuku hanyalah Allah….

Amiin..


Jakarta, rumahku di pondok indah
December 1st 2008
start writing jam 4pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: